You are here:

PD Pasar Palembang Jaya

  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya

Dinkes Temukan Tahu dan Mi Berformalin, Pedagang Diberi Peringatan

Dinas Kesehatan Kota Palembang mengambil 120 sampel makanan dan minuman di 16 titik Pasar Beduk dan pasar tradisional. Sampel-sampel itu kemudian diteliti oleh tim di lapangan. Pemeriksaan sampel itu belum rampung benar, tapi sudah ditemukan makanan berpengawet. “Positif menggunakan formalin, kami temukan di mi basah dan tahu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Gema Asiani, Rabu (25/7) di ruang kerjanya.

Sementara untuk bahan pengawet lainnya seperti methanyl yellow, boraks, pemanis buatan dan rhodamin, Gema mengatakan belum ditemukan. “Tapi akan kami pantau lagi. Saat ini masih diperiksa sampelnya.” Dinas Kesehatan melayangkan surat peringatan kepada pedagang yang menggunakan formalin di mi basah dan tahu. Mereka juga diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak lagi memakai bahan pengawet. “Kalau masih akan kita tindak tegas dengan melibatkan tim terkait seperti Sat Pol PP Palembang,” ujar Gema.

Gema menyayangkan aksi pedagang yang mencari untung dengan mengabaikan aspek kesehatan makanan. Formalin, ujar dia, sangat berbahaya bagi tubuh manusia. “Jika dikonsumsi terus-menerus, itu bisa menyebabkan kanker dan tumor,” ujarnya. Toh meski begitu, Gema tidak melarang masyarakat mengkonsumsi tahu maupun mi basah. “Ini hanya imbauan agar masyarakat berhati-hati,” katanya, seraya meminta warga tidak resah dengan adanya temuan formalin pada makanan. Pedagang pun diingatkan untuk bekerja sama dengan dinas atau instansi terkait. “Bila dagangannya (khususnya makanan) mengandung formalin, tapi tidak melapor, mereka akan diberi sanksi tegas,” kata Gema.

Ia mengingatkan, ciri-ciri mi basah mengandung formalin, antara lain warnanya terlihat mencolok dan mengkilat. Selain itu, mi tersebut teskturnya kenyal dan tidak mudah putus kalau ditarik. “Begitu juga dengan tahu, yang akan terlihat lebih kenyal kalau memakai formalin. Ya, kami mengimbau agar pembeli waspada sebelum membeli. ”Sebelumnya, Afrimelda, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Palembang, mengatakan, pihaknya menyebar tim untuk mengambil sampel makanan dan minuman. Antara lain ke Pasar Beduk Demang Lebar Daun, Taqwa, Tangga Takat, 26 Ilir, Monpera, SD Muhammadiyah 5, Km 5, Cinde, Lemabang, Pasar Kuto dan Kenten. Pasar 26 Ilir dan Pasar Cinde juga dipantau.

“Tahun ini kami memang lebih intensif memeriksa di Pasar Beduk. Ini untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual aman, dan tidak mengandung zat-zat yang berbahaya. Biasanya dulu hanya beberapa pasar beduk saja yang diambil sampelnya, tapi sekarang sampai 16 pasar beduk kami periksa,” ujar Afrimelda. Sampel makanan yang akan diambil, lanjut dia, hanya dari makanan yang dianggap mencurigakan. Seperti, makanan yang berwarna mencolok, tekstur makanan yang sangat kenyal dan makanan yang tidak ditutup.

Tim pemantau juga akan menilai cara penyajian makanan oleh pedagang. Misalnya makanan ditaruh di meja yang bersih, makanan ditutup. “Bungkus makanan juga harus bersih dan bukan kantong plastik hitam.” Pedagang juga diimbau menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Mengambil makanan mesti dengan penjepit khusus, jangan pakai tangan. “Tidak merokok, kuku tangan jangan panjang.”

Di sekitar tempat jualan tidak diperbolehkan ada genangan air. Pedagang mesti menyiapkan tempat sampah yang dilapisi kantong plastik, jangan membuang sampah sembarangan. Menurut Ketua Yayasan Lembaga Konsume Indonesia Sumsel Taufik Husni, pedagang yang menjual makanan mengandung bahan berbahaya bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dalam undang-undang itu, pada pasal 8 ayat (1), menyatakan larangan pelaku usaha memperdagangkan barang yang tidak sesuai standar. “Ancamannya pidana maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 2 miliar,” kata Taufik. (bulletin metropolis)

 

Kalender

Situs Terkait

 
 
 
 

Bulletin Metropolis
 


Statistik

Content View Hits : 128450

Tentang Kami

Perusahaan Daerah Pasar Palembang Jaya mengelola 38 (tiga puluh delapan) pasar tradisional yang tersebar di seluruh wilayah Kota Palembang. Pasar-pasar yang dikelola banyak berlokasi di tempat yang strategis dan mempunyai nilai investasi yang terus meningkat antara lain adalah Pasar 16 Ilir, Pasar Retail Jakabaring, Pasar Cinde, Pasar Kepandean, Pasar Lemabang, Pasar Alang-alang Lebar, Pasar Buah, Pasar Yada, Pasar Induk dan beberapa Pasar lainnya milik PD. Pasar Palembang Jaya

Selamat datang di website PD Pasar Palembang Jaya