You are here:

PD Pasar Palembang Jaya

  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya
  • Images by PD Pasar Palembang Jaya

Sidak, Pedagang Daging Kaget

Mengantisipasi beredarnya daging oplosan (campuran) dan daging gelonggongan di sejumlah pasar Metropolis selama Ramadan dan Lebaran, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Kota Palembang melakukan inspeksi mendadak (sidak). Kemarin, setidaknya, dua pasar tradisional sudah didatangi, yakni pasar KM 5 dan pasar 26 Ilir. Sidak dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB. Pihaknya menurunkan 40 personel dari petugas DP2K Palembang. Kedatangan petugas tersebut sempat membuat panik sejumlah pedagang, tetapi pada umumnya pedagang  senang dengan kedatangan petugas untuk memastikan kondisi daging yang mereka jual.  Pertama, petugas melakukan sidak di pasar KM 5 dengan mengecek dan meneliti struktur daging sapi. Selanjutnya, meneruskan pemeriksaan di pasar 26 Ilir. Hasil pemeriksaan yang dilakukan pada kedua pasar tersebut tidak ada daging yang terindikasi oplosan dan gelonggongan.


Kepala DP2K Kota Palembang Sudirman Tegoeh mengatakan jangan sampai selama Ramadan ada daging yang dijual tidak sehat kepada masyarakat. “Dari sidak yang telah kita lakukan hari ini (kemarin, red), belum menemukan daging oplosan dan gelonggongan yang dijual pedagang. Sidak akan kita lakukan di pasar-pasar lain,” ungkapnya. Untuk mengetahui daging berkategori oplosan atau bukan, Sudirman mengatakan, itu bisa dilihat dengan menekan badan daging. Bila tekstur daging lebih halus dan terlihat serat-serat putih pada daging, dipastikan daging itu dicampur dengan daging lain. “Kalau daging gelonggongan dapat dilihat bila daging, itu ditekan dan banyak mengeluarkan air.”

 

Menurut dia, memang tidak bisa dihindarkan bahwa potensi pedagang nakal pada momen Ramadan dan Idul Fitri tetap ada. Pemicunya, permintaan daging meningkat. “Kami selalu menyarankan masyarakat agar membeli daging sapi di tempat khusus penjualan daging. Selain itu, pembeli wajib curiga bila ada pedagang yang menjual daging di bawah harga pasaran. Bisa jadi itu daging dengan kualitas yang tidak bagus,” ungkapnya.


Sudirman menjamin stok daging sapi selama Ramadan hingga Idul Fitri tetap aman. “Sejauh ini stok daging impor masih mencukupi kebutuhan konsumsi. Selama ini kita masih memotong sapi impor dari Australia, tapi kalau sudah menggunakan sapi lokal, itu baru diindikasikan stok sapi tidak aman,” ungkapnya.


Salah satu pedagang di pasar 26 Ilir, Yusni mengatakan daging yang dijualnya berasal dari pasar KM 5. Selain itu, harga daging yang dijualnya masih berkisar Rp80-85 ribu. “Saya berharap malah agar daging sapi kembali normal sehingga tidak memberatkan pembeli. Jadi kami jualnya juga enak. Daging cepat habis,” jelasnya.(sumeks.co.id)

 

Kalender

Situs Terkait

 
 
 
 

Bulletin Metropolis
 


Statistik

Content View Hits : 128439

Tentang Kami

Perusahaan Daerah Pasar Palembang Jaya mengelola 38 (tiga puluh delapan) pasar tradisional yang tersebar di seluruh wilayah Kota Palembang. Pasar-pasar yang dikelola banyak berlokasi di tempat yang strategis dan mempunyai nilai investasi yang terus meningkat antara lain adalah Pasar 16 Ilir, Pasar Retail Jakabaring, Pasar Cinde, Pasar Kepandean, Pasar Lemabang, Pasar Alang-alang Lebar, Pasar Buah, Pasar Yada, Pasar Induk dan beberapa Pasar lainnya milik PD. Pasar Palembang Jaya

Selamat datang di website PD Pasar Palembang Jaya